Tapteng – Di tengah banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah, Ibu Marlina Wiguna Lumban Tobing, seorang Bhayangkari, menjadi sorotan publik karena aksi heroiknya yang terekam viral di media sosial.

Dalam kondisi darurat, Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, terisolir akibat akses darat yang putus total. Ibu Marlina tak hanya berduka; ia turun langsung menjadi bagian dari tim bantuan udara TNI AU, memandu helikopter H-3217 untuk menemukan titik pendaratan aman di medan yang sulit.

Sebelum helikopter tiba, Ibu Marlina menempuh perjalanan menembus hutan dari desanya menuju Kota Pandan untuk menyampaikan kondisi darurat desanya. Dalam penerbangan bantuan, tangisnya terlihat bukan karena ketakutan, melainkan karena membawa harapan seluruh warga.

Ia bertemu keluarganya sesaat saat bantuan mulai diturunkan, namun segera kembali memastikan distribusi logistik dan koordinasi di Bandara F. Lumban Tobing Sibolga.

Ibu Marlina menegaskan, seluruh desa di Kecamatan Sitahuis masih membutuhkan bantuan logistik dan layanan kesehatan hingga akses darat pulih. Aksinya menjadi contoh nyata pengabdian seorang Bhayangkari yang berjuang untuk keselamatan masyarakat, meski tanpa jabatan resmi.

Kisah keberaniannya kini menyentuh jutaan hati masyarakat Indonesia, menegaskan bahwa kepedulian dan keberanian bisa lahir dari siapa saja, bukan hanya dari pejabat atau pemimpin.