Medan | Titahnews.com – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi menutup kegiatan Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah pada Senin (16/3/2026). Selama pelaksanaan sejak 25 Februari 2026, kegiatan tahunan ini mencatat perputaran transaksi bazar UMKM mencapai sekitar Rp2,2 miliar.

Penutupan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Al Rahman, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa Ramadhan Fair telah menjadi tradisi sekaligus identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat serta sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan.

“Ramadhan Fair telah menjadi tradisi dan identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama Ramadhan Fair terletak pada keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini, sekitar 150 gerai kuliner serta puluhan stan kriya meramaikan kawasan Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.

“Ramadhan Fair bukan hanya perayaan budaya dan religi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah,” tambahnya.

Berdasarkan data panitia, total transaksi selama kegiatan mencapai sekitar Rp2,2 miliar dengan rata-rata penjualan Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat juga tergolong tinggi, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar dua ribu orang setiap harinya.