Batam, 29 November 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Aziz Batam resmi membuka Program Magister Komunikasi (S2) dengan konsentrasi Komunikasi Penyiaran dan Islam (KPI). Pembukaan ini menandai babak baru bagi STAI Al Aziz yang untuk pertama kalinya menghadirkan pendidikan pascasarjana di bidang komunikasi Islam.
Acara kuliah umum perdana tersebut dihadiri oleh Rektor STAI Al Aziz, Ir. Hilal Ansor, MSc, yang sekaligus meresmikan pembukaan program magister ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran program S2 Komunikasi menjadi sebuah langkah strategis untuk membuka peluang pendidikan lanjutan bagi masyarakat Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
“Ini untuk pertama kali program Magister Komunikasi (S2) di Batam. Harapan saya, program ini menjadi peluang bagi alumni STAI Al Aziz di Batam khususnya dan masyarakat Kepulauan Riau pada umumnya,” ujar Ir. Hilal Ansor, MSc.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan segera mendaftar dan melanjutkan pendidikan S2 di STAI Al Aziz Batam.
“Dengan dibukanya program Magister Komunikasi (S2) ini, masyarakat sudah dapat mendaftar dan melanjutkan pendidikan S2 di STAI Al Aziz Batam,” tambahnya.
Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Kalbin Salim, Ph.D, selaku dosen pengajar dan pembimbing pada Program Magister Komunikasi (S2), memastikan bahwa program studi ini telah memiliki akreditasi resmi.
“Program studi Magister Komunikasi Penyiaran dan Islam di STAI Al Aziz Batam sudah terakreditasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa S2 Komunikasi Penyiaran Islam dirancang untuk mengembangkan ilmu dan keterampilan komunikasi dalam konteks Islam, sekaligus mencetak para profesional yang kompeten di bidang media, dakwah, dan akademik. “Program ini mencakup teori komunikasi, strategi dakwah, produksi media berbasis nilai Islam, etika penyiaran, serta isu-isu komunikasi kontemporer,” jelasnya.
Kalbin Salim menambahkan bahwa lulusan program ini memiliki prospek karier yang luas, mulai dari pendidik, jurnalis, manajer media, konsultan komunikasi, hingga pengelola lembaga dakwah. (HR)





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.