BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai mulai memperkuat strategi pencegahan HIV/AIDS dengan memperluas keterlibatan masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan, organisasi kemasyarakatan dan komunitas didorong mengambil peran dalam edukasi serta pencegahan penularan.
Langkah tersebut dibahas dalam forum yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) Banggai di Aula Penginapan Lambuku Syariah, Luwuk, Rabu (16/9/2026). Sekitar 70 peserta dari berbagai unsur mengikuti pertemuan yang secara khusus membahas keterlibatan lintas sektor dalam pengendalian HIV/AIDS.
Dalam forum itu terungkap, persoalan HIV/AIDS masih menjadi pekerjaan besar di Banggai. Hingga Mei 2026, tercatat 601 kasus HIV dan 385 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, 130 orang dilaporkan meninggal dunia. Banggai juga disebut berada di posisi kedua daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Sulawesi Tengah.
Di tingkat provinsi, data kumulatif sejak 2002 hingga September 2025 mencatat 6.811 kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. Rinciannya terdiri dari 5.123 kasus HIV dan 1.688 kasus AIDS.
Wakil Bupati Banggai Furqanuddin mengatakan angka tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat langkah pencegahan, bukan sekadar menjadi data statistik. Menurutnya, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena dampaknya berkaitan dengan keluarga, generasi muda dan pembangunan daerah.
“Persoalan HIV/AIDS tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan masa depan generasi muda, keluarga, pendidikan, produktivitas dan pembangunan daerah,” ujar Furqanuddin.
Ia menekankan pentingnya memperluas edukasi, mendorong masyarakat melakukan deteksi dini, memastikan akses pengobatan serta memberikan pendampingan. Di sisi lain, stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS dinilai perlu ditekan agar masyarakat tidak takut memeriksakan diri maupun menjalani pengobatan.
“Jangan sampai karena stigma dan diskriminasi, seseorang takut melakukan pemeriksaan dan memilih menyembunyikan kondisinya sehingga justru meningkatkan risiko penularan,” katanya.
Pemkab Banggai menargetkan Three Zeroes 2030, meliputi penghentian infeksi HIV baru, penurunan hingga tidak adanya kematian akibat AIDS, serta terwujudnya lingkungan tanpa stigma dan diskriminasi.
Untuk mendukung target tersebut, forum KPAK Banggai membahas sejumlah materi, mulai dari kondisi terkini HIV/AIDS, kebijakan pemerintah, peran tokoh lintas sektor hingga penguatan kelembagaan dan rencana aksi daerah.
Furqanuddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama. Ia juga meminta generasi muda meningkatkan pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan menjaga perilaku hidup sehat.
“Melawan HIV/AIDS bukan dengan stigma, tetapi dengan pengetahuan, kepedulian, pelayanan dan kebersamaan,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.