TOLITOLI – Ratusan peserta yang didominasi bapak-bapak, ibu-ibu hingga lansia antusias mengikuti kegiatan senam dan terapi kesehatan bersama yang digelar Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Tolitoli di Bundaran Tugu Cengkeh, Jl. Moh. Saleh Bantilan, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang juga dilaksanakan di Tugu Cengkeh Tolitoli ini menghadirkan terapi kesehatan Ling Tien Kung yang dipandu instruktur asal Kota Palu, Muhasab.

Ling Tien Kung atau dikenal dengan istilah Ilmu Titik Nol merupakan terapi olah tubuh dan pernapasan dengan gerakan sederhana, pernapasan serta kontraksi otot tertentu untuk menjaga kebugaran tubuh. Terapi ini dinilai cocok sebagai alternatif aktivitas fisik bagi lansia karena gerakannya ringan dan tidak membutuhkan tenaga berlebih.

Manfaatnya antara lain membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kelenturan persendian, dan meningkatkan kebugaran tubuh secara alami tanpa alat dan tanpa biaya.

Instruktur Muhasab menyebutkan peserta langsung merasakan manfaatnya di lokasi.

“Alhamdulillah luar biasa antusias peserta ini dan langsung mereka rasakan semua manfaatnya. Tanpa alat, tanpa obat, tanpa ragat, gratis… Beda-beda orang itu beda-beda merasakan dan beda-beda penyakit. Banyak yang testimoni langsung merasakan perubahan, mulai dari ambeien, darah tinggi, kolesterol,” ujarnya.

“Ada yang punya keluhan ambeien, darah tinggi dan kolesterol, Alhamdulillah terasa manfaatnya. Mereka rasakan sendiri, testimoni langsung kepada warga dan itu mereka rasakan manfaatnya luar biasa untuk mengurangi rasa sakit,” jelasnya.

Karena tingginya antusiasme, peserta bahkan meminta agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan besok pagi.

Sementara itu Sekretaris BPD KKSS Tolitoli, Sulaeman Pajalani, S.H., mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin BPD KKSS Tolitoli setiap Sabtu pagi, mulai dari senam bersama hingga jalan sehat.

“Tujuannya pertama menjadi media silaturahmi, membangun semangat kekeluargaan sesama warga KKSS dengan kerukunan-kerukunan yang lain. Kedua menjadi media untuk kesehatan dan kebugaran tubuh,” jelas Sulaiman.

Ia mengajak masyarakat dari berbagai kalangan dan komunitas untuk bergabung setiap Sabtu pagi di Bundaran Tugu Cengkeh. Kegiatan terapi ini terbuka untuk umum sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.