PEKANBARU, Titahnews.com – Polresta Pekanbaru mengawal aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru yang menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Selasa (27/10/2026). Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis hingga aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh pimpinan DPRD Provinsi Riau melalui audiensi.
Aksi yang berlangsung di pintu keluar Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, itu diikuti sekitar 50 mahasiswa di bawah pimpinan Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Raihan Darma Putra. Massa mendesak penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan, penguatan pencegahan karhutla, serta pemulihan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Ronny Riantoko Eppang memimpin langsung pengamanan dengan melibatkan 182 personel gabungan dari Polresta Pekanbaru, Dit Samapta Polda Riau, dan Satbrimob Polda Riau. Pengamanan juga didukung Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk menjaga ketertiban serta kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.
Personel mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar mahasiswa dapat menyampaikan pendapat secara aman dan tertib. Selain mengawal jalannya aksi, kepolisian turut memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dan DPRD Riau sehingga tuntutan yang disampaikan dapat dibahas melalui dialog langsung.
Sekitar pukul 15.55 WIB, Ketua DPRD Riau Kaderismanto bersama Wakil Ketua I Parisman Ihwan dan Wakil Ketua III H. Budiman Luis menemui massa dan mengajak perwakilan mahasiswa berdialog di ruang rapat DPRD. Pembahasan mencakup penegakan hukum terhadap korporasi, pencegahan kebakaran, serta perlindungan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Dalam audiensi tersebut, Raihan Darma Putra mengapresiasi pengamanan kepolisian dan berharap tuntutan mahasiswa ditindaklanjuti oleh pemerintah serta instansi terkait. Kaderismanto menjelaskan pembagian kewenangan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan karhutla, termasuk respons terhadap titik panas, pembentukan Masyarakat Peduli Api, dan program pelestarian lingkungan.
Perwakilan BPBD Provinsi Riau, Jim Gafur, menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga menangani titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Setelah dialog, mahasiswa menyerahkan dokumen tuntutan kepada DPRD sekitar pukul 16.57 WIB.
Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.05 WIB. Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Kapolresta Pekanbaru selanjutnya memimpin apel konsolidasi bersama personel pengamanan sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Pengawalan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Melalui koordinasi lintas instansi dan fasilitasi dialog, aspirasi mahasiswa terkait penanganan karhutla dapat disampaikan langsung kepada wakil rakyat untuk menjadi bahan tindak lanjut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.