BUOL, TITAHNEWS.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., melantik pengurus dan anggota Forum Pemuda Sulawesi Tengah (FPS) Kabupaten Buol di Hotel Surya Wisata, Jalan P. Marhum, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, Sabtu (31/10/2026).

Pelantikan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 11.55 WITA tersebut dihadiri Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Tengah A. Haris, S.E., M.M., Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Dr. Rusmiyadi, S.H., M.H., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H.

Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Buol Karmin Oy Kaimo, S.Ag., Ketua FPS Kabupaten Buol Selvi Arifin, S.E., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, perwakilan KONI, pengurus FPS, serta sejumlah undangan dan insan pers.

Dalam sambutannya, Ketua FPS Kabupaten Buol Selvi Arifin menyampaikan bahwa organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menghimpun potensi generasi muda sekaligus memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Ia mengajak pemuda Buol mengembangkan kreativitas, meningkatkan kapasitas diri, serta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. FPS juga berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto meminta pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu melahirkan program nyata, terutama di bidang pendidikan, sosial, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia juga mendorong FPS menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan kondusivitas daerah. Pemerintah Kabupaten Buol, katanya, terbuka terhadap komunikasi dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan untuk mendukung pembangunan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido dalam arahannya berharap FPS Kabupaten Buol mampu menyatukan potensi pemuda tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan. Pemuda, menurutnya, harus mengambil peran dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Reny juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam menangkal berita bohong dan menghindari tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia berharap FPS tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu menunjukkan eksistensi melalui program kerja yang terarah dan bermanfaat. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang pengabdian, pengembangan kapasitas, sekaligus tempat lahirnya pemimpin muda yang membawa perubahan positif bagi Kabupaten Buol dan Sulawesi Tengah.