TOLITOLI – Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ke-XXX Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Kota Gaukan Moh. Bantilan, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sabtu (7/11/2026) malam.
Festival yang berlangsung selama empat hari, 7–10 November 2026, tersebut dihadiri sekitar 500 orang, termasuk pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda, pengurus LASQI, serta peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulteng Rustam Arifuddin yang mewakili gubernur, Ketua DPW LASQI Sulteng Muchsin Pakaya, Kakanwil Kemenag Sulteng Junaidin, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulteng Muchlis, Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya, Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, Kajari Tolitoli Ali Toatubun, serta Ketua DPRD Tolitoli sekaligus Ketua DPD LASQI Tolitoli, Sriyanti Daeng Parebba.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Patriot Baolan, dilanjutkan Mars LASQI. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan serta pengukuhan Dewan Pengawas dan Dewan Juri Festival Seni Qasidah.
Ketua DPW LASQI Sulteng, Muchsin Pakaya, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tolitoli dan seluruh panitia atas dukungan serta persiapan penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan sportivitas dan menjaga persaudaraan.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulteng, Rustam Arifuddin, menyebut festival ini memiliki peran penting dalam pembinaan dan pengembangan seni qasidah di daerah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pengembangan seni qasidah serta melahirkan peserta-peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah pada tingkat nasional,” ujarnya.
Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival tingkat provinsi tersebut. Ia juga menyambut seluruh peserta dan kafilah dari berbagai kabupaten/kota untuk menikmati keramahan Tolitoli yang dikenal sebagai Bumi Kota Cengkeh.
Menurut Amran, keberhasilan persiapan festival merupakan hasil semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah daerah, panitia, tokoh adat, hingga masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran semangat pembangunan yang terus dijaga di Kabupaten Tolitoli.
Ia mengajak masyarakat setempat memberikan sambutan terbaik kepada seluruh tamu dan kontingen dengan mengedepankan keramahan, kesantunan, serta suasana kekeluargaan.
Kepada para peserta, Bupati berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh keikhlasan, menampilkan kemampuan terbaik, serta menjunjung tinggi sportivitas dan nilai persaudaraan.
Festival Seni Qasidah ke-XXX ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat silaturahmi antardaerah sekaligus mendorong pelestarian seni dan budaya Islami di Sulawesi Tengah.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.