Pekanbaru – Bulan Ramdhan yang penuh berkah ini tentu saja di sambut penuh suka cita Oleh sebagian besar masyarakat Kota Pekanbaru yang berjuluk Kota Bertuah. Suasana Bulan Suci Ramadhan sudah identik dengan persiapan masyarakat saat menghadapi hidangan santapan khusus baik di saat sahur maupun berbuka puasa.
Tentu saja hal ini sangat berpengaruh dengan ketersediaan sembilan kebutuhan pokok masyarakat (sembako) seperti beras, minyak, telor, gula, tahu, tempe, ikan, ayam, daging dan kebutuhan pokok lainya dengan harga yang murah serta terjangkau. Namun, banyaknya keluhan di setiap tahun dari masyarakat bahwa ketersediaan sembako yang rata-rata menjelang dan dalam Ramdhan harga tiba-tiba melambung tinggi.
Kenaikan harga sembilan bahan pokok ini menjadi perhatian khusus oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan sejak menjadi anggota legislitaf hampir tiga periode sudah sering mengingatkan Pemerintah Kota Pekanbaru agar menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok dan harganya yang terjangkau oleh warga Kota Pekanbaru.
“Selaku anggota komisi II sudah berulang-ulang kali menyampaikan kepada pemerintah Kota Pekanbaru bahwa setiap mau natal, lebaran puasa kenapa barang-barang kok selalu naik, seharusnya ini kan jadi pedoman bagi pemerintah,” kata Fathullah pada awak media titahnews.com pada Senin (3/3/25) di ruang Fraksi Demokrat.
“Coba di perhartikan kenapa dalam setiap suasana bulan suci ramadhan seperti ini harga-harga selalu naik dan akan turun setelah lebaran usai, disini ada tengkulak-tengkulak yang harus kita waspadai seharusnya pemerintah Kota Pekanbaru terutama Disperindag selalu melakukan kegiatan pasar murah supaya barang-barang itu akan stabil harganya,” ungkapnya.
“Seandainya pasar murah di laksanakan oleh diperindag Kota Pekanbaru Saya yakin barang-barang ini akan tetap stabil. Tetapi yang pasar murah ini tak pernah dibuat,oleh Disperindag dan pemerintah Kota Pekanbaru harus rutin di buat macam beras murah diturunkan oleh Bulog , daging , ayam semua itu harus kita murahkan dari pedagang seandainya harga kita lebih murah dari pedagang pasti para pedagang tersebut akan ikut harga kita kenapa karena masyarakat tidak mau belanja di tempat yang mahal pasti akan mencari tempat belanja yang murah seperti itu kan. Jadi inilah kebijakan Diperindag Kota Pekanbaru harus menstabilkan harga-harga di setiap tahunya agar tidak melonjak naik,” imbuhnya.
Awak media juga berusaha mendapatkan informasi harga sembilan bahan pokok kepada Kepala Bidang Pasar Kota Pekanbaru Hendra yang menyebut harga di pasar se-Kota Pekanbaru stabil dan aman.
“Terkait Ketersediaan sembilan bahan pokok di pasar-pasar tepenuhi dengan harga stabil dan kondisi aman terkendali,” ucap Hendar.
Menurut data yang di sampaikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru oleh Kepala Bidang Pasar Hendra terpantau pada Hari Senin tanggal 03 Maret 2025 bertepatan dengan 3 Ramadhan tahun 1446 H harga barang di Pasar Agus Salim Cabe Merah Bukittinggi Rp.55.000,-/Kg, Cabe Rawit Bukittinggi Rp.65.000,-/Kg, Bawang Merah Solok Rp.35.000/Kg, Bawang Putih Rp.40.000,-/Kg, Harga Ayam Rp.29.000,-/Kg, Harga Telur Ayam Rp.58.000,-/papa,. Daging Rp.140.000,-/Kg, Minyak Goreng Curah Rp.19.000,-/Kg, Fortune Rp.19.000,-/Liter, Fortune Rp.38.000,-/2 Liter, Udang Rp.90.000,-/Kg, Ikan Kembung Rp.40.000,-/Kg, Belida Isi 10 Kg Rp.152.000,-/Karung, Anak Daro Isi 10 Kg Rp.166.000/Karung, Gula Pasir Rp.18.000/Kg, dan lain-lain.
Sedangkan untuk harga di Pasar Rumbai, Pasar Sail, Pasar Cik Puan, Pasar Labuh Baru, Pasar Simpang Baru, dan Pasar Lima Puluh Harga Eceran Tertingginya bervariasi namun tetap stabil dengan selisih harga yang tidak terlalu tinggi di masing-masing pasar.(teti guci)

