Boyolali – Musibah kebakaran menghanguskan rumah milik Ngatiman, warga Desa Pakang, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Minggu (01/03/2026) pagi. Rumah beserta seluruh isinya ludes terbakar saat ditinggal pemiliknya berziarah.
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.00 WIB ketika Ngatiman bersama istri dan anaknya meninggalkan rumah untuk nyekar ke makam di Desa Kadipaten, Kecamatan Andong. Namun sebelum selesai berziarah, korban menerima kabar bahwa rumahnya terbakar. Mereka segera kembali dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu, kondisi rumah sudah rata dengan tanah akibat amukan api.
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 06.15 WIB terdengar suara ledakan dari salah satu kamar rumah korban. Tak lama kemudian muncul kepulan asap yang disusul kobaran api membumbung tinggi hingga membakar seluruh bangunan. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan.
Mendapat laporan masyarakat, Babinsa Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali, Serka Sunarto, segera mendatangi lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Boyolali. Bersama Bhabinkamtibmas, tim Damkar, dan warga setempat, Babinsa turut membantu proses pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Berkat kerja sama dan gotong royong, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Namun, seluruh bangunan sudah habis terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai Rp175 juta. Rumah berbentuk limasan berukuran 15 x 9 meter dengan dinding batu bata serta tiang dan rangka atap kayu jati tersebut ludes terbakar.
Serka Sunarto menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami korban dan berharap keluarga tetap sabar serta tabah. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati saat menyalakan kompor atau peralatan lainnya. Jangan ditinggal dalam keadaan menyala karena dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Sinergi dan kepedulian antara TNI, Damkar, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api merembet ke rumah warga lainnya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada demi mencegah terulangnya musibah serupa.
(Agus Kemplu)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.