Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kriminalisasi, teror, dan kekerasan terhadap aktivis. Sikap tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi organisasi sebagai respons atas sejumlah kasus yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi dan perjuangan rakyat.
Dalam pernyataannya, GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa prinsip perjuangan yang mereka pegang merujuk pada ajaran Soekarno, yakni menolak segala bentuk penindasan manusia atas manusia maupun bangsa atas bangsa. Mereka juga menekankan sikap non-kooperasi terhadap segala praktik yang dinilai merugikan rakyat.
“Perjuangan tidak lahir dari ketakutan, tetapi dari keberanian melawan ketidakadilan. Setiap upaya membungkam aktivis merupakan cerminan watak anti-rakyat,” demikian isi pernyataan tersebut.
GMNI Jakarta Timur menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang dinilai sebagai bentuk teror politik terhadap gerakan rakyat. Selain itu, mereka juga menyinggung kematian Ermanto Usman yang dianggap menyisakan berbagai kejanggalan dan memerlukan pengusutan lebih lanjut secara transparan.
Menurut GMNI, kedua kasus tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa kriminal biasa, melainkan sebagai indikasi adanya ancaman sistematis terhadap aktivisme dan kebebasan menyuarakan kebenaran. Mereka juga menilai adanya potensi penyalahgunaan hukum untuk melindungi kepentingan tertentu, termasuk kepentingan ekonomi dan korporasi.
Dalam perspektif Marhaenisme, kondisi tersebut disebut sebagai bentuk penindasan baru, di mana rakyat ditekan sementara kekuatan ekonomi dan kekuasaan dilindungi.
Atas dasar itu, GMNI Jakarta Timur menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengutuk segala bentuk kriminalisasi dan kekerasan terhadap aktivis, mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta meminta aparat penegak hukum membuka kembali dan menyelidiki kematian Ermanto Usman secara menyeluruh.
Selain itu, mereka juga menolak segala bentuk impunitas dan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh, untuk bersatu melawan ketidakadilan.
GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa apabila negara gagal melindungi rakyat dan membiarkan teror terjadi, maka perlawanan dari masyarakat merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindari.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.