Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan mulai menyalurkan ratusan ton air bersih kepada warga terdampak kekeringan yang melanda hampir delapan kecamatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bintan, Roby Kurniawan, usai memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk mendistribusikan lebih dari 150 ton air bersih pada hari pertama. Penyaluran dilakukan secara swadaya dengan pembagian wilayah dan jadwal yang telah ditentukan.
“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih. Semua OPD kita porsikan minimal 10 ton, sehingga dalam dua hari hampir 300 ton air bersih dapat disalurkan. Setelah itu akan kita evaluasi untuk kemungkinan penyaluran lanjutan secara bertahap, dengan melihat skala prioritas wilayah terdampak,” ujar Roby, Kamis (26/03) di Kantor Bupati Bintan.
Tercatat sebanyak 24.479 kepala keluarga (KK) di Bintan mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya volume empat waduk utama yang selama ini menjadi sumber air baku, bahkan sebagian di antaranya dilaporkan mengering.
Penyaluran air bersih ini menjadi solusi jangka pendek yang diharapkan mampu meringankan beban masyarakat. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh perangkat wilayah, mulai dari lurah, kepala desa hingga RT/RW, untuk turut membantu mengoordinasikan distribusi agar tepat sasaran.
“Kami minta seluruh pihak di lapangan memastikan warga yang benar-benar membutuhkan dapat terlayani. Ini tantangan bersama yang harus dijawab dengan kolaborasi dan tindakan nyata,” tambahnya.
Selain langkah darurat, Pemkab Bintan juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengantisipasi kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau, khususnya pada periode Februari hingga Maret berdasarkan data BMKG.
Beberapa upaya yang sedang dikaji antara lain penambahan sumber air baku, pendalaman waduk, hingga peningkatan kapasitas infrastruktur air bersih.
“Kita siapkan langkah jangka panjang secara matang. Namun yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” pungkas Roby.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.