Pali — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI terus meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi kebakaran melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi pemadaman kebakaran lintas sektoral, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Café At The Star, samping SPBU Beracung, ini dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti lebih dari 100 peserta. Peserta terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), perwakilan instansi pemerintah, serta unsur lintas sektor di lingkungan Kabupaten PALI.

Pelatihan tersebut diprakarsai oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten PALI bekerja sama dengan Sekretariat Daerah (Setda) sebagai langkah preventif untuk meminimalisir risiko kebakaran, khususnya di lingkungan perkantoran dan fasilitas publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten PALI yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.

Selain mendapatkan materi teori terkait prosedur penanganan kebakaran sesuai standar operasional (SOP), peserta juga dilibatkan dalam praktik simulasi pemadaman api. Simulasi ini bertujuan melatih kecepatan respons, ketepatan tindakan, serta keberanian dalam menggunakan APAR secara aman dan efektif.

Kehadiran para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat eselon II, hingga camat se-Kabupaten PALI menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya keselamatan kerja hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten PALI, Rizal Pahlefi, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem mitigasi kebakaran di daerah.

“Materi yang diberikan sangat penting agar seluruh pihak memahami cara bertindak saat terjadi api mula,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan kegiatan perdana di tahun 2026 dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen meningkatkan keselamatan kerja.

“Kecepatan tindakan dalam hitungan detik sangat menentukan dalam mencegah kerugian materiil maupun korban jiwa. Kami ingin PALI menjadi daerah yang tangguh dan responsif terhadap ancaman kebakaran,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab PALI menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan kebakaran membutuhkan sinergi semua pihak. Dengan pelatihan berkelanjutan, diharapkan setiap instansi memiliki kemampuan dasar dalam menangani kebakaran sejak dini demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan siap menghadapi situasi darurat.