Kampar – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan doa bersama yang digelar sebelum dimulainya pembangunan tahap II Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Pulau Jambu, Desa Pulau Jambu, Kabupaten Kampar, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 80 orang, terdiri dari unsur pimpinan daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang, Wakapolres Kampar Kompol Rizky Hidayat, perwakilan Kecamatan Kuok, Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rully Chairullah, Babinsa Pulau Jambu Nazuar, Kepala Desa Pulau Jambu Syafrudin, serta sejumlah tokoh masyarakat, ninik mamak, perangkat desa, dan para pekerja proyek.
Dalam sambutannya, Kapolres Kampar menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol sinergi antara Polri dan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga simbol persatuan dan harapan. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, jembatan di Dusun Pulau Jambu menjadi akses vital bagi aktivitas warga, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Namun, kondisi jembatan yang sudah tidak layak dan berisiko membahayakan pengguna, khususnya saat musim hujan, kerap menjadi kendala serius.
Melihat kondisi tersebut, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi langkah strategis sekaligus solusi jangka panjang yang sangat dinantikan masyarakat.
Kepala Desa Pulau Jambu, Syafrudin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan semua pihak terhadap pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, doa bersama, hingga pembersihan jembatan secara simbolis. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama dan sesi foto sebagai wujud kebersamaan.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya untuk kelancaran pembangunan, tetapi juga menjadi harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar penghubung dua wilayah, Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan mampu menjadi penghubung harapan, cita-cita, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.