Belawan | Titahnews.com

Kadispen Kodaeral I Kolonel Wahyu Kurniawan menegaskan bahwa langkah tegas yang dilakukan POMAL merupakan bentuk kepedulian terhadap keresahan masyarakat atas maraknya kejahatan jalanan di wilayah Belawan.

Hal tersebut disampaikannya sekaligus menepis isu adanya intervensi TNI dalam penanganan keamanan di wilayah tersebut. Ia menegaskan, setiap tindakan yang dilakukan berangkat dari permintaan masyarakat.

“Kami tidak akan bergerak tanpa adanya permintaan dari masyarakat. Jika ada tindak kejahatan di depan markas, tentu langsung kita respons. Itu bagian dari kepedulian kami,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026) malam.

Kolonel Wahyu menjelaskan, POMAL bukan institusi penegak hukum. Namun demikian, pihaknya tetap memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Belawan.

Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan POMAL dalam membantu penanganan kejahatan jalanan turut didasari adanya permintaan resmi, termasuk dari Pemerintah Kota Medan serta koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kami membantu Polri, bukan mengambil alih tugas. Yang terpenting adalah sinergitas TNI-Polri tetap kuat dan terjaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret, POMAL Kodaeral I terus meningkatkan patroli, terutama di wilayah yang dinilai rawan kejahatan seperti aksi begal. Patroli dilakukan secara rutin, termasuk pada malam hari saat masyarakat beristirahat.

“Peningkatan frekuensi patroli ini untuk mencegah kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya telah mengamankan sebanyak 21 orang. Dari jumlah itu, 13 orang diserahkan kepada pihak kepolisian, sementara 8 lainnya dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Selain itu, kawasan Jalan Tol Belawan juga menjadi perhatian karena dinilai rawan tindak kejahatan. Pihaknya membuka kemungkinan pembangunan pos pengamanan di sejumlah titik strategis guna meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami prihatin dengan keluhan masyarakat, terutama ibu-ibu yang merasa takut melintas di kawasan tersebut. Ini menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Ke depan, POMAL Kodaeral I akan terus memperkuat koordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta alim ulama dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Belawan.

“Untuk keamanan tetap berkoordinasi dengan Polri, sementara kami di TNI menjalankan fungsi pertahanan. Sinergi ini akan terus kami jaga,” pungkasnya.