JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.
Informasi tersebut disampaikan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting. Ia menyebut, sebelum wafat, almarhum sempat menghadiri acara deklarasi peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.
Usai kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Namun sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami kondisi darurat dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, dan muntah.
Almarhum kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, ia mengalami serangan jantung yang diduga berkaitan dengan riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.
Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lebih lanjut. Namun, dalam proses tersebut, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.
Sosok Pemersatu di Tubuh PWI
Kepergian Zulmansyah Sekedang menjadi kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, bersahaja, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.
Rekam jejaknya di PWI terbilang panjang dan berpengaruh. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027), Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung (2023), hingga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), serta Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat.
Dalam dinamika organisasi, Zulmansyah dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya.
PWI mengajak seluruh pengurus, anggota, insan pers, dan masyarakat luas untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.