Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di dua lokasi di Kota Batam, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan diawali dengan agenda bertajuk “Batam Bersih: Pekerja Peduli Lingkungan” yang diinisiasi oleh DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau. Dalam kesempatan tersebut, Amsakar dan Li Claudia bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas armada pengangkut sampah di Dataran Engku Putri sebagai simbol kepedulian buruh terhadap lingkungan.
Peringatan May Day kemudian dilanjutkan di kawasan Welcome To Batam (WTB) yang diselenggarakan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada para buruh di Batam yang dinilai konsisten menjaga stabilitas daerah melalui pendekatan yang konstruktif. Menurutnya, serikat pekerja dan aktivis buruh merupakan mitra strategis pemerintah.
“Setiap peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif, seperti penanaman mangrove dan aksi peduli lingkungan. Ini menunjukkan buruh Batam cerdas dan mengedepankan sinergi,” ujarnya.
Amsakar menegaskan bahwa berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penetapan Upah Minimum Kota (UMK), selalu ditempuh melalui pendekatan yang mengakomodasi kepentingan pekerja dan pengusaha. Ia menyebut, keputusan UMK terakhir termasuk yang paling kondusif, serta berhasil menetapkan upah sektoral melalui proses dialog yang melibatkan berbagai pihak.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama masa kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra, di antaranya pertumbuhan ekonomi, peningkatan realisasi investasi, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, serta penurunan tingkat pengangguran.
Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat tantangan, terutama tingginya arus migrasi ke Batam. Saat ini, Batam termasuk dalam lima besar kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, bersama Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.
“Serapan tenaga kerja mencapai 63,4 persen. Namun, tingginya arus masuk penduduk membuat angka pengangguran belum turun secara signifikan,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen buruh untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta mendukung iklim investasi di Batam.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengucapkan Selamat Hari Buruh. Semoga peringatan May Day di Batam dapat menjadi contoh nasional, di mana buruh mengedepankan kolaborasi dibandingkan aksi yang kontraproduktif,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kepulauan Riau dan Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan serikat pekerja se-Kota Batam.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.