BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol menerima 12 dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) yang akan menjalankan masa penugasan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan daerah selama satu tahun. Penerimaan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Lantai III Kantor Bupati Buol, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH, MH, didampingi Direktur RSUD Mokoyurli dr. Mariati A. Ismail, MARS, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Kepala Puskesmas Biau, para dokter pendamping, serta jajaran pengelola program internship.

Sebanyak 12 dokter internship akan ditempatkan di tiga fasilitas kesehatan, yakni enam dokter di RSUD Mokoyurli, tiga dokter di UPTD Puskesmas Biau, dan tiga dokter lainnya di UPTD Puskesmas Lakea.

Dalam sambutannya, Sekda Buol menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang telah mempercayakan Kabupaten Buol sebagai lokasi pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia. Menurutnya, penugasan di daerah akan memberikan pengalaman berharga bagi para dokter muda karena berhadapan langsung dengan berbagai tantangan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Bersyukurlah bertugas di Buol karena tantangannya banyak. Dengan demikian, ketika menyelesaikan masa internship nanti, pengalaman dan kemampuan profesional saudara akan semakin terasah,” ujar Moh. Yamin Rahim.

Ia juga menekankan pentingnya peran dokter internship dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk membantu pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Buol.

“Angka stunting di Kabupaten Buol masih menjadi perhatian serius. Kehadiran para dokter internship diharapkan dapat ikut mendukung berbagai upaya pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat dalam menurunkan angka stunting,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Mokoyurli dr. Mariati A. Ismail, MARS, menjelaskan bahwa program internship merupakan tahapan penting bagi dokter sebelum menjalankan praktik secara mandiri. Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan masa penugasan untuk memperdalam pengalaman klinis maupun pemahaman terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pengalaman bertugas di rumah sakit dan puskesmas akan memberikan banyak pembelajaran yang tidak selalu diperoleh selama pendidikan akademik, termasuk terkait etika profesi, prosedur pelayanan, serta aspek hukum dalam praktik kedokteran.

“Kami berharap seluruh dokter internship dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk belajar, berdiskusi, dan berkoordinasi dengan dokter pendamping maupun tenaga kesehatan lainnya,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Sekda Buol kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi selama masa penugasan. Pemerintah Kabupaten Buol, kata dia, siap memberikan dukungan agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para dokter peserta internship.

“Jika terdapat hal-hal yang bersifat prinsipil selama menjalankan tugas, silakan berkoordinasi dengan kepala puskesmas, direktur rumah sakit, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah daerah. Yang terpenting, utamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan sikap ramah dan profesional,” pesannya.

Melalui penempatan 12 dokter internship tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol berharap kapasitas pelayanan kesehatan di daerah semakin meningkat sekaligus menjadi wadah penguatan kompetensi dan pengalaman bagi para dokter muda sebelum memasuki dunia praktik secara mandiri.