PALI – Transformasi pertanian organik yang digagas Pertamina EP (PEP) Pendopo Field melalui Program Pusat Jaringan Pertanian Organik Terintegrasi dan Sustainability (PUJANGGA) berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Sutarni, petani perempuan yang pernah mengalami masa sulit akibat gagal panen berulang. Serangan jamur dan hama yang dipicu penggunaan pupuk kimia secara berlebihan membuat hasil pertanian menurun drastis hingga memaksanya berutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak.

Perubahan mulai dirasakan sejak 2021 ketika Sutarni bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosela dan Kelompok Tani Rejomulyo mengikuti program pendampingan dari PEP Pendopo Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Melalui pelatihan pertanian organik, petani diajarkan memanfaatkan pupuk alami dari jerami dan kotoran ternak, teknik budidaya yang lebih ramah lingkungan, hingga pengendalian hama menggunakan bahan-bahan alami.

Hasilnya cukup signifikan. Produktivitas sawah meningkat dari sekitar 2,5 ton menjadi 4,5 ton per hektare atau naik sekitar 80 persen. Kebutuhan benih pun turun drastis dari 100 kilogram menjadi hanya 5 kilogram per hektare. Selain menekan biaya produksi, kualitas beras yang dihasilkan juga meningkat sehingga harga jual mencapai Rp20 ribu per kilogram.

Peningkatan produksi berdampak langsung pada pendapatan petani yang kini rata-rata mencapai Rp8 juta per bulan. “Dulu hasil panen tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja sering tidak cukup. Sekarang produksi beras meningkat berkat pertanian organik dan kami para petani bisa hidup lebih layak,” ujar Sutarni.

Tak berhenti di sektor pertanian, Sutarni juga mendirikan KWT Rosela pada 2024 sebagai wadah pemberdayaan perempuan. Kelompok yang beranggotakan 20 orang itu mengelola berbagai tanaman herbal dan sayuran di lahan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) Pendopo Field. Hasilnya diolah menjadi produk bernilai tambah seperti teh rosela, bandrek, peyek, dan stik ubi yang mampu menghasilkan pendapatan kelompok sekitar Rp2 juta per bulan.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi agar berkembang bersama perusahaan. Menurutnya, keberhasilan Sutarni menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang tepat dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.