Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sebagai langkah awal memperkuat kapasitas kepengurusan sekaligus menyusun arah gerak organisasi untuk masa bakti 2025–2027.

Kegiatan bertema “Karmanye Vadiraste Mafalesu Kadatjana” tersebut berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 14.00 WIB di Wisma Sangkrini, Rawamangun. Tema yang diusung menjadi pengingat bagi seluruh pengurus untuk bekerja dan mengabdi dengan penuh tanggung jawab tanpa berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan mengutamakan pengabdian kepada organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara diikuti oleh jajaran pengurus DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025–2027, di antaranya Ketua Jansen Henry Kurniawan, Sekretaris Feronika Nurlat Latbual, Bendahara Jeremy Andsent, Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi Lorens Lanalo, Wakabid Kaderisasi dan Aikastrad Mufty Arya Dwitama, Wakabid Kesarinahan dan Pergerakan Perempuan Margaretha Hutagalung, Wakabid Politik dan Hubungan Antar Lembaga Dzakwan Falih, Wakabid Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Bima Sadiropa Sijabat, serta Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum Stevent Parhusip.

Dalam sesi upgrading, peserta mendapatkan dua materi utama. Materi pertama bertajuk Kesadaran Berorganisasidisampaikan oleh Luhut Situmorang, Ketua DPP GMNI Bidang Pertahanan dan Keamanan Nasional. Ia menekankan pentingnya setiap organisasi memiliki tujuan yang jelas sebagai arah perjuangan.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada kapasitas individu, tetapi juga pada kesamaan visi, semangat kolektif, dan komitmen seluruh pengurus dalam mewujudkan tujuan bersama. Kekompakan dan soliditas dinilai menjadi modal utama dalam menjalankan roda organisasi secara efektif.

Selanjutnya, materi Analisa Sosial disampaikan oleh Zulfikar, seorang pemerhati Jakarta. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus memiliki kemampuan membaca dan menganalisis berbagai persoalan sosial secara objektif, komprehensif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penyampai kritik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan strategis. Selain itu, GMNI diharapkan dapat memainkan peran sebagai mitra kritis yang tetap mampu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan demi kepentingan publik.

Usai pelaksanaan upgrading, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang berlangsung secara internal dan tertutup. Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi seluruh bidang untuk menyusun program kerja selama masa kepengurusan 2025–2027.

Berbagai program yang dirumuskan diarahkan untuk mewujudkan visi Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, yakni menjadikan “Jakarta Timur Rumah Marhaenis” melalui gerakan yang ideologis, progresif, dan berpihak kepada rakyat.

Melalui rangkaian Upgrading dan Rakercab ini, DPC GMNI Jakarta Timur menegaskan komitmennya membangun organisasi yang memiliki integritas, kapasitas analisis yang kuat, serta mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata bagi kemajuan masyarakat. Semangat kebersamaan, kesamaan tujuan, dan keberanian menawarkan solusi diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara selama masa kepengurusan 2025–2027.