Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Dr. Didit Herdiawan Ashaf menandatangani Nota Kesepahaman tentang Sinergitas Program Pengelolaan Pantai Utara Jawa.

Penandatanganan berlangsung di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah bersama untuk mendukung pembangunan Tanggul Laut Pantai Utara Jawa yang masuk dalam program strategis nasional.

Panglima TNI mengatakan pembangunan di kawasan Pantura membutuhkan penguatan ketahanan wilayah secara terpadu. Menurutnya, sinergi lintas lembaga diperlukan agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas wilayah.

“Perkembangan pembangunan strategis nasional menuntut kita semakin memperkuat ketahanan wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Agus.

Nota Kesepahaman itu mencakup dukungan pengamanan pembangunan Tanggul Laut Pantura, pemanfaatan personel serta sarana dan prasarana, penguatan pembinaan teritorial, hingga pemanfaatan teknologi dan pertukaran data. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai dinamika selama proses pembangunan.

Pembangunan Tanggul Laut Pantura Jawa ditujukan untuk meningkatkan perlindungan masyarakat pesisir, mengurangi risiko banjir rob, menjaga konektivitas serta mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi di kawasan pesisir.