NTT — Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengintensifkan penanganan dampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (24/8/2026), sebanyak 7.912 personel TNI dikerahkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung berbagai kegiatan penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan, TNI mengerahkan 27 unit alat utama sistem senjata (alutsista). Armada tersebut terdiri atas 21 pesawat, 5 kapal perang Republik Indonesia (KRI), dan 1 Kapal ADRI.

Penggunaan alutsista tersebut difokuskan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan logistik, serta berbagai kebutuhan operasional penanganan bencana di wilayah terdampak.

Memasuki hari kesepuluh penanganan, TNI kembali menyalurkan bantuan sebanyak 21,761 ton kepada masyarakat yang terdampak gempa. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI hingga saat ini mencapai 825,585 ton.

TNI memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait lainnya guna mempercepat proses penanganan dan memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Pengerahan personel dan dukungan alutsista tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk membantu masyarakat terdampak bencana, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi di wilayah NTT.