Sigi – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, turun langsung melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pendidikan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Longki melihat langsung proses pembelajaran serta kondisi para siswa yang saat ini masih menempati fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial.

Para siswa nantinya akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat permanen yang tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujar Longki dalam keterangan tertulis.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah tersebut menilai Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala kondisi ekonomi. Program itu diharapkan dapat menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Longki juga mengingatkan agar keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari pembangunan gedung dan jumlah peserta didik. Menurutnya, kualitas pembelajaran, ketersediaan sarana pendukung, mekanisme penerimaan siswa, serta kecukupan tenaga pendidik harus menjadi perhatian.

“Kualitas pembelajaran, sarana pendukung, mekanisme penerimaan siswa hingga ketersediaan guru juga harus mendapatkan perhatian,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, menjelaskan kompleks Sekolah Rakyat permanen di Desa Pombewe ditargetkan dapat menampung hingga 2.000 peserta didik.

Para siswa tersebut akan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Saat ini, proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut masih berlangsung.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu,” kata Azizah.