BANGGAI, titahnews.com – Pemerintah Kabupaten Banggai memperkuat pengembangan ekonomi desa melalui kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pemasaran arang tempurung kelapa. Langkah ini ditandai dengan peluncuran pemasaran perdana produk arang kelapa di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Jumat (9/10/2026), melalui kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan PT Panca Amara Utama (PAU).
Sekretaris Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko, mengatakan penguatan BUMDes menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Pada periode 2021–2026, Pemkab Banggai juga mendorong pengembangan usaha desa melalui bantuan modal hingga Rp500 juta sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Ramli, kerja sama antar-BUMDes diperlukan agar pasokan produk memenuhi kebutuhan pasar dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Selain kapasitas produksi, pelaku usaha juga harus menjaga kualitas arang, terutama kadar air dan kebersihan, agar memenuhi standar pasar.
Kepala Dinas PMD Banggai, Hasan Baswan, mengungkapkan bahwa dari 11 BUMDes yang terlibat, lima di antaranya telah aktif berproduksi dengan total produksi sekitar 13 ton. Sementara enam BUMDes lainnya masih menjalani pembinaan dan mempersiapkan kebutuhan usaha, termasuk bahan baku serta gudang penyimpanan. Upaya menembus pasar internasional, termasuk Swedia, telah dirintis sejak 2024, tetapi peningkatan kapasitas produksi dan ketersediaan stok masih menjadi tantangan.
PT PAU menyatakan komitmennya mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Ke depan, pengembangan usaha diarahkan pada peningkatan produksi, mutu, dan pemasaran, termasuk melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Potensi kelapa juga akan dikembangkan menjadi produk turunan berupa briket, serat kelapa (coco fiber), dan media tanam cocopeat.
Melalui sinergi pemerintah daerah, BUMDes, masyarakat, dan mitra usaha, arang tempurung kelapa diharapkan menjadi komoditas unggulan yang mampu memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, keberhasilan menembus pasar ekspor akan bergantung pada konsistensi pasokan, kualitas produk, serta kesiapan produksi untuk memenuhi permintaan pembeli.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.