INTAN JAYA — Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama TNI kembali membuka komunikasi langsung dengan masyarakat Distrik Ugimba, Papua Tengah. Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T. bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini mendatangi Ugimba, Kamis (18/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis. Akses menuju Ugimba masih terbatas karena kondisi medan pegunungan dan cuaca yang kerap menyulitkan perjalanan. Jalur udara menjadi salah satu akses utama, sedangkan perjalanan darat menuju wilayah terdekat dapat mencapai sekitar 70 kilometer.

Setibanya di Ugimba, rombongan diterima Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya bersama warga. Pertemuan kemudian diisi dialog mengenai kondisi masyarakat serta berbagai kebutuhan yang selama ini sulit dipenuhi akibat keterbatasan akses.

Sejumlah aspirasi disampaikan warga, di antaranya kebutuhan bahan pangan, dukungan terhadap pembangunan kampung, bantuan desa, pendidikan, dan pelayanan dasar. Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas kedatangan pemerintah daerah dan TNI yang dinilai memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung.

Bupati Intan Jaya Aner Maisini menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu dibarengi dengan rasa aman dan hubungan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berbentuk infrastruktur, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas kehidupan warga.

Sementara Brigjen TNI Riyanto mengajak masyarakat untuk mempertahankan suasana damai serta berperan dalam membangun wilayahnya. Ia juga mengharapkan masyarakat yang masih berada di kawasan pegunungan maupun hutan dapat kembali dan bersama-sama membangun kampung halaman.

Dalam pertemuan tersebut, warga turut menyerahkan hasil kebun berupa sayuran dan ubi kepada rombongan. Pemberian itu menjadi bagian dari penyambutan masyarakat terhadap kedatangan pemerintah dan aparat di wilayah mereka.

Perhatian terhadap pendidikan juga muncul dalam kegiatan tersebut. Sejumlah anak Ugimba menyampaikan keinginan untuk kembali bersekolah dan meraih cita-cita. Harapan itu menjadi salah satu gambaran kebutuhan masyarakat terhadap keberlanjutan pelayanan pendidikan di wilayah pedalaman.

Selain dialog, prajurit TNI dan warga melakukan pekerjaan bersama untuk mendukung pembangunan fasilitas penghubung. Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah Jembatan Merah Putih yang diharapkan membantu mobilitas masyarakat menuju sejumlah fasilitas dan wilayah di sekitarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian sembako serta kebutuhan pokok kepada masyarakat. Kehadiran rombongan di Ugimba diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, memperluas pelayanan publik, dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

Sumber: Koops TNI Habema