BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah tersebut dengan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat pada Senin (13/7/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Asisten III dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, didampingi Kapolres Buol AKBP Irwan.
Rapat koordinasi dihadiri Sekretaris Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur terkait guna memastikan seluruh langkah penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto mengungkapkan bahwa gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kerusakan yang tercatat meliputi bagian atap dan plafon rumah yang runtuh, hingga bangunan yang tertimpa pohon tumbang.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas pemerintah turut mengalami dampak. Salah satunya adalah Kantor Inspektorat Kabupaten Buol yang mengalami kerusakan pada bagian plafon serta struktur atas bangunan.
“Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat agar pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, serta dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat dilaksanakan secara akurat, terstruktur, dan efektif,” ujar Wakil Bupati.
Sementara itu, Kapolres Buol AKBP Irwan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah untuk memperkuat penanganan di lapangan. Dalam waktu dekat, personel Brimob akan diterjunkan guna membantu proses pembersihan dan penanganan wilayah terdampak.
Kapolres juga menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, TNI, dan Polri melalui penyempurnaan sarana dan prasarana, serta penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal saat kondisi darurat.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap proses pemulihan pascagempa dapat berlangsung lebih cepat, terpadu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Selain mempercepat penanganan, langkah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang melalui sinergi lintas sektor dan peningkatan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan. (Sari)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.