SULTENG – Ketua SATRIA Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi dengan turun langsung ke sejumlah lokasi pengungsian. Pada Rabu (17/6/2026), ia mengunjungi dua titik pengungsian, yakni di Desa Sarumana, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kehadiran Mohamad Irwan disambut hangat oleh warga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Bagi masyarakat, perhatian dan dukungan yang diberikan secara langsung menjadi penyemangat di tengah cobaan akibat bencana yang mereka alami.
Dalam kesempatan tersebut, SATRIA Sulteng menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Ketua DPD RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, atas bantuan mobil tangki air bersih yang sangat dibutuhkan para pengungsi. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat terdampak gempa.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, atas perhatian, bantuan, dan dukungan yang terus diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Longki Djanggola dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi bencana pada 20 Juni 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
Apresiasi serupa diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Dewan Pembina SATRIA Sulteng, Ambo Dalle, yang selama ini terus memberikan dukungan, arahan, dan perhatian kepada para korban maupun relawan yang bertugas di lapangan.
Dukungan juga datang dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas negara, ia tetap memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki melalui komunikasi intensif dengan tim di lapangan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Mohamad Irwan turut menyerahkan bantuan berupa generator set (genset) untuk digunakan di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penerangan tenda pengungsian pada malam hari, meningkatkan rasa aman, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat selama berada di pengungsian.
“Selama masyarakat masih membutuhkan, SATRIA Sulteng akan terus hadir, bergerak, dan bergotong royong bersama rakyat. Bencana ini adalah duka kita bersama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu, menguatkan, dan memastikan masyarakat dapat bangkit kembali,” ujar Mohamad Irwan.
Aksi cepat dan kepedulian yang ditunjukkan SATRIA Sulteng menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan kemanusiaan tetap hidup di tengah masyarakat. Di tengah situasi yang penuh tantangan, berbagai pihak terus bergandengan tangan untuk membantu para korban dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Bersama kita kuat, bersama kita bangkit, bersama kita pulihkan harapan.” SATRIA Sulteng hadir, bergerak, dan berjuang untuk rakyat tanpa mengenal lelah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.