Pekanbaru – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong pengembangan Kampung Rescue sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kecelakaan, bencana, maupun kondisi yang membahayakan manusia.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Moh. Barokna Haulah, dalam arahan yang diikuti jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan secara serentak, Rabu (23/9/2026).
Di Kantor SAR Pekanbaru, kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dari Ruang Serbaguna. Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi mengikuti kegiatan tersebut didampingi Kasumda Ibnu Putra Dewantoro dan jajaran pegawai.
Barokna menjelaskan, Kampung Rescue dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan dalam mengenali potensi bahaya serta melakukan tindakan awal saat terjadi keadaan darurat. Masyarakat juga didorong memahami prosedur keselamatan dan membangun koordinasi dengan Basarnas maupun potensi SAR lainnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Dengan kapasitas yang lebih baik, warga dapat membantu memberikan informasi awal hingga melakukan pertolongan sebelum tim SAR tiba di lokasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Pengembangan Kampung Rescue juga diharapkan memperkuat budaya keselamatan sekaligus mempercepat pelaporan kejadian. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, Basarnas dan potensi SAR lainnya dinilai penting agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman dan terkoordinasi.
Melalui program tersebut, Basarnas berharap terbentuk masyarakat yang lebih tanggap terhadap risiko di lingkungan masing-masing serta memiliki kemampuan dasar menghadapi keadaan darurat. (Hms103)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.