BATAM — Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, kembali menjadi sorotan. Sejumlah fasilitas bangunan dan lingkungan terlihat mengalami kerusakan, mulai dari drainase, beton lantai dasar, selasar hingga fasilitas pendukung lainnya.

Pantauan di lokasi pada 29 September 2026 menunjukkan sejumlah saluran drainase di lantai dasar mengalami kerusakan. Pada beberapa titik, beton terlihat patah dan ambrol. Keretakan juga tampak pada bagian selasar dan lantai dasar bangunan yang menjadi akses penghuni.

Persoalan lain ditemukan pada tiga bak penampung air di Blok A, B dan D. Menurut keterangan salah seorang penghuni yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, ketiga bak tersebut baru selesai direnovasi, namun masih mengalami kebocoran sehingga belum dapat digunakan secara optimal.

“Tiga bak penampung air ini baru saja direnovasi. Informasinya, anggaran satu bak hampir Rp200 juta. Tetapi setelah pekerjaan selesai, ketiganya masih bocor dan tidak bisa digunakan,” ujar penghuni berinisial S kepada awak media.

Warga juga menyebut kegiatan renovasi gedung dilakukan hampir setiap tahun. Namun, kondisi fisik empat blok Rusunawa Tanjung Uncang yang terpantau di lapangan justru masih menunjukkan sejumlah kerusakan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan dan skala prioritas penggunaan anggaran untuk fasilitas rusunawa.

Pemerintah Kota Batam dan instansi teknis terkait dinilai perlu memberikan penjelasan mengenai anggaran pemeliharaan Rusunawa Tanjung Uncang tahun 2026, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, jenis pekerjaan, pelaksana serta status pekerjaan pada fasilitas yang masih mengalami kerusakan.

Aspek pengelolaan penerimaan sewa juga penting untuk dijelaskan kepada publik. Sebagai aset pemerintah yang digunakan sebagai hunian masyarakat, informasi mengenai tingkat keterisian, penerimaan sewa serta alokasi anggaran pemeliharaan menjadi bagian dari transparansi pengelolaan aset publik.

Upaya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan juga diperlukan untuk memastikan setiap fasilitas memenuhi aspek keamanan dan kelayakan bagi penghuni. Kerusakan yang dibiarkan berlarut berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kabid Perkim, Bambang Sukirwan, melalui WhatsApp terkait kondisi Rusunawa Tanjung Uncang, termasuk pekerjaan renovasi dan penggunaan anggaran. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan.

Titah News membuka ruang bagi Pemerintah Kota Batam, Bambang Sukirwan maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas kondisi, pekerjaan renovasi serta pengelolaan Rusunawa Tanjung Uncang sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.