BATAM, Titahnews.com – Pemerintah Kota Batam terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 321.932 pekerja telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Capaian tersebut setara dengan 57,59 persen dari potensi kepesertaan yang mencapai 558.990 pekerja.
Upaya memperluas perlindungan pekerja itu turut mengantarkan Batam masuk nominasi Jamsostek Award 2026. Pemerintah kota kini menargetkan penambahan 70.000 peserta hingga Desember 2026, sehingga total pekerja yang terlindungi diharapkan mencapai 391.932 orang.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan berperan penting dalam melindungi pekerja dan keluarganya dari risiko pekerjaan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kelompok pekerja rentan, termasuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem, memperoleh akses perlindungan yang memadai.
“Negara harus hadir melindungi seluruh pekerja, terutama pekerja miskin ekstrem, miskin, dan rentan,” kata Amsakar, Kamis (15/10/2026).
Untuk memperluas cakupan kepesertaan, Pemko Batam mengandalkan dukungan regulasi melalui Peraturan Wali Kota Batam Nomor 48 dan 49 Tahun 2025. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran daerah serta memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melalui Surat Edaran Nomor 45 Tahun 2026, yang diarahkan untuk menambah perlindungan bagi 70.000 pekerja.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok pekerja, mulai dari nelayan, pengemudi ojek daring, petani, pengayuh becak, pengemudi boat pancang, hingga pengurus RT/RW/LPM, kader Posyandu, pekerja sosial keagamaan, dan Kader Siaga Kelurahan.
Berdasarkan data Pemko Batam, perlindungan telah mencakup 6.000 nelayan, 6.165 pengemudi ojek daring, 2.500 petani, 47 pengayuh becak, 147 pengemudi boat pancang, serta 4.028 pengurus RT/RW/LPM. Selain itu, terdapat 3.855 kader Posyandu, 4.703 pekerja sosial keagamaan, 109 Kader Siaga Kelurahan, dan 152 pekerja rentan sosial kemasyarakatan yang turut tercatat dalam program perlindungan tersebut.
Amsakar mengajak pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat sinergi untuk mempercepat pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Perluasan kepesertaan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi risiko kerja.
Pemko Batam berharap peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat berjalan berkelanjutan sehingga semakin banyak pekerja, khususnya dari kelompok rentan dan sektor informal, memperoleh perlindungan. (Titahnews.com)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.