TOLITOLI, Sulawesi Tengah – Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi lebih bermakna bagi warga Kabupaten Tolitoli.

Selama beberapa hari menjelang hingga Lebaran, Supratman Andi Agtas bersama Abcandra Mohammad Akbarmenghabiskan waktu dengan bersilaturahmi bersama masyarakat.

Kehadiran dua pejabat negara ini bukan sekadar kunjungan formal. Selama kurang lebih empat hari, keduanya tampak menyatu dengan warga, membuka ruang pertemuan yang hangat dan penuh keakraban, termasuk dengan keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di daerah tersebut.

Sejak Kamis (19/3/2026), ribuan warga dari berbagai kalangan antusias datang untuk bersilaturahmi. Pertemuan dipusatkan di Hotel Bumi Harapan, yang menjadi lokasi utama berkumpulnya masyarakat.

Antusiasme yang tinggi membuat kegiatan tersebut berlangsung hingga tiga hari berturut-turut.

Bahkan, pada hari ketiga, karena masih banyak warga yang belum sempat bertemu, silaturahmi kembali dilanjutkan bertepatan dengan Idul Fitri di Hotel Mitra Utama.

Suasana Lebaran pun terasa semakin hangat dengan kehadiran langsung para pejabat negara di tengah masyarakat.

Yang menarik, suasana selama kegiatan berlangsung terasa jauh dari kesan protokoler. Supratman Andi Agtas dan Abcandra Mohammad Akbar tampak santai, berbaur, bahkan bercengkerama dengan warga.

Banyak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang langsung hingga berfoto bersama.

Sekitar pukul 14.00 WITA pada hari Lebaran, Sabtu (21/3/2026), rombongan kemudian meninggalkan Tolitoli menuju Palu dengan iring-iringan sekitar 15 kendaraan, termasuk satu unit bus.

Salah seorang warga, Abd Rahman, mengaku terkesan dengan kedekatan yang ditunjukkan para pejabat tersebut. Ia berharap, kunjungan serupa dapat kembali dilakukan di masa mendatang.

“Kalau ada waktu, kami berharap pak menteri bisa kembali ke Tolitoli. Banyak hal yang beliau sampaikan kepada masyarakat perlu ditindaklanjuti, terutama dalam mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto,” ujarnya.

Silaturahmi tanpa sekat ini menjadi cerminan bahwa kedekatan antara pemimpin dan masyarakat tetap dapat terjalin erat, terutama dalam momentum kebersamaan seperti Hari Raya Idul Fitri.