Belawan | Titahnews.com

Seorang terduga pelaku begal dan pencurian yang diamankan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit TNI AL Dr. Komang Makes, Belawan.

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Kolonel Laut (S/P) Wahyu Kurniawan, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, terduga pelaku bernama Wahyu Pratama alias Simonyong mengalami luka saat proses penangkapan.

“Benar, yang bersangkutan saat ini masih dirawat di rumah sakit. Saat akan diamankan, ia melompat ke sungai sehingga mengalami luka,” ujar Wahyu Kurniawan, Kamis (30/04/2026).

Penjelasan ini disampaikan menanggapi informasi dari KontraS Sumatera Utara terkait adanya warga sipil yang diamankan POMAL dan dirawat di rumah sakit.

Wahyu menegaskan, dalam proses penangkapan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh petugas.

“Yang bersangkutan diamankan dari sungai, dan tidak ada tindak kekerasan dari petugas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penangkapan tersebut merupakan respons cepat atas laporan masyarakat terkait maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di wilayah Belawan.

“Masyarakat melaporkan adanya aksi begal. Menindaklanjuti hal itu, personel langsung bergerak untuk mengamankan pelaku agar tidak melarikan diri,” jelasnya.

Selanjutnya, para terduga pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian guna menjalani proses hukum lebih lanjut sebagai bentuk sinergi antara TNI AL dan Polri.

“Kami amankan terlebih dahulu, kemudian diserahkan ke Polri untuk penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

21 Orang Diamankan

Dalam operasi yang dilakukan selama dua pekan terakhir, POMAL mengamankan total 21 orang yang diduga terlibat berbagai tindak kriminal, mulai dari begal, pencurian, tawuran, hingga peredaran narkotika.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya senjata tajam, handphone, alat hisap sabu, hingga senjata jenis airsoftgun beserta amunisinya serta uang tunai.

Salah satu pelaku yang diamankan yakni Wahyu Pratama (26) warga Belawan Bahagia, yang diduga terlibat dalam aksi begal dan pencurian. Dari tangannya, petugas menyita pisau lempar, anak panah, dan uang tunai.

Selain itu, beberapa pelaku lain juga diamankan di lokasi berbeda di kawasan Belawan, dengan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan dalam tindak kejahatan.

Seluruh tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek jajaran untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Pihak TNI AL berharap langkah tegas ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan jalanan.

“Kami berharap masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Ini juga menjadi pesan bahwa setiap bentuk kriminalitas akan ditindak tegas,” pungkas Wahyu Kurniawan.