- Belawan | Titahnews.com
Polres Pelabuhan Belawan memaparkan capaian kinerja pengungkapan kasus melalui konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk transparansi sekaligus penguatan informasi publik atas keberhasilan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Kapolres Pelabuhan Belawan, Rosef Efendi, memimpin langsung konferensi pers didampingi Wakapolres, pejabat utama, serta jajaran Polsek. Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat dan puluhan insan pers dari berbagai media.
Dalam pemaparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga April 2026, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 320 kasus tindak pidana. Jumlah tersebut terdiri dari 109 kasus narkotika dan 211 kasus kejahatan umum.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran. Kami menyampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui bahwa Polri hadir dan bekerja nyata dalam menjaga keamanan,” ujar Kapolres.
Untuk kasus narkotika, sebanyak 109 perkara berhasil diungkap dengan 116 tersangka, terdiri dari 79 pengedar dan 37 pengguna. Barang bukti yang diamankan meliputi 19.221,11 gram sabu, 1,56 gram ganja, serta 5 butir pil ekstasi.
Kapolres menegaskan bahwa pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman serius di wilayah Belawan.
Sementara itu, dalam penanganan kejahatan umum, sebanyak 211 kasus berhasil diungkap oleh Sat Reskrim bersama jajaran Polsek. Rinciannya antara lain 77 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 16 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), serta 18 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Selain itu, terdapat 1 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), 4 kasus kepemilikan senjata tajam, serta 2 kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sebanyak 93 kasus lainnya merupakan berbagai tindak pidana konvensional.
Kapolres menyebut kejahatan jalanan seperti curas dan curanmor menjadi perhatian utama. Untuk itu, langkah preventif dan represif terus ditingkatkan melalui patroli intensif serta operasi penindakan di titik rawan.
“Yang paling menonjol adalah kejahatan jalanan. Ini menjadi fokus kami untuk ditekan melalui patroli intensif, penegakan hukum tegas, dan kerja sama dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tingginya angka kejahatan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan strategi pengamanan ke depan, termasuk penguatan sistem keamanan lingkungan.
“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk mengaktifkan kembali pos kamling. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.