Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan Daerah menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 secara khidmat di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala, Sabtu pagi (2/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf selaku pembina upacara. Turut hadir Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Ny. Darmayanti Iksan, Sekretaris Daerah Drs. Yusman Mahbub, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Arifin Lakane, M.Pd, jajaran pejabat Pemkab Morowali, para guru se-Kabupaten Morowali, serta ratusan siswa dan tamu undangan.

Petugas upacara diisi oleh tenaga pendidik terbaik Morowali, di antaranya Perwira Upacara Hamran Sonaru, S.Pd, Pemimpin Upacara Ashar Ilyas, S.Pd, Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 Hikmah, S.Pd., M.M, serta Pembaca Doa Ruslin Baco, S.Pd.I. Pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Morowali Tahun 2025.

Upacara semakin semarak dengan penampilan marching band Gita Suara Labua dari SMA Negeri 1 Bungku serta paduan suara guru Kecamatan Witaponda yang membawakan lagu-lagu nasional dan Hymne Guru.

Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan RI yang dibacakan, disampaikan bahwa program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan sarana memadai guna meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik.

Disebutkan, pada tahun 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sementara itu, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif telah digunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), diberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berpendidikan S1. Pada 2025, program ini menyasar 12.500 guru dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026. Berbagai pelatihan juga digencarkan, meliputi pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, hingga penguatan bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam memajukan sektor pendidikan di Morowali.

Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap pengelolaan pendidikan, termasuk optimalisasi penggunaan anggaran yang setiap tahun dialokasikan dalam jumlah besar.

“Setiap tahun pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk sektor pendidikan. Oleh karena itu, saya meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pengelolaannya tepat sasaran dan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.