Buol – Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto resmi membuka kegiatan bedah buku cerita rakyat berjudul “Boyo Pogut dan Tanda Merah di Pipinya” sekaligus meresmikan Aula Budaya Putri Anggatibone, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ibu Wakil Bupati Ny. Zakiah Mahmud Daimaroto, Anggota DPRD Komisi I Arista Arman, Ketua Yayasan Berkah Bina Mandiri Kabupaten Buol Jefri H. Moonti, Ketua IGI Kabupaten Buol Ahmad S. Ajun, Dewan Adat Buol Dr. Tonang Malongi Sahura, Maestro Budaya Maryam G. Mailili, Ketua Dewan Kesenian Abdul Rahman Mateley, para tokoh budaya, pegiat literasi, kepala sekolah, guru, mahasiswa, komunitas seni, media partner, hingga masyarakat umum.

Penguatan Budaya dan Literasi Lewat Cerita Rakyat

Panitia menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan budaya dan pendidikan melalui pelestarian cerita rakyat Buol yang didukung Program Dana Indonesiana Tahun 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kembali cerita rakyat Buol kepada generasi muda sekaligus membangun ruang tumbuh bagi literasi, seni, dan budaya di Kabupaten Buol.

Ketua Yayasan Pendidikan Buol Educare, Andi Asrawati, mengatakan bedah buku ini bukan sekadar peluncuran karya, tetapi juga bentuk keberanian generasi muda menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap budaya daerah.

Menurutnya, buku “Boyo Pogut dan Tanda Merah di Pipinya” merupakan kumpulan 15 cerita rakyat Buol yang disadur kembali dengan pendekatan lebih dekat kepada generasi masa kini tanpa menghilangkan nilai dan inti cerita aslinya.

“Cerita rakyat tidak boleh berhenti sebagai cerita lisan semata. Ia harus hadir dalam bentuk tulisan agar tetap hidup dan menjadi warisan yang dapat dibaca serta dipelajari generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Buol Educare, Tonang Malongi Sahura menegaskan bahwa literasi budaya merupakan fondasi penting menjaga identitas masyarakat di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus digitalisasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung gerakan literasi, pendidikan, dan kebudayaan sebagai investasi sumber daya manusia Kabupaten Buol di masa depan.

Wakil Bupati: Budaya Harus Diwariskan, Bukan Hanya Diceritakan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Buol Educare, para penulis muda, pegiat budaya, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah melalui karya literasi.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis membangun karakter masyarakat sekaligus menjaga jati diri daerah di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.

“Budaya harus diwariskan, bukan hanya diceritakan. Literasi budaya seperti ini penting agar generasi muda kita tetap mengenal identitas dan akar budayanya sendiri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mendokumentasikan karya budaya dalam bentuk buku maupun media digital, serta mendorong agar karya budaya lokal didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan warisan budaya daerah.

Peresmian Aula Budaya Putri Anggatibone ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng bersama unsur pemerintah daerah, tokoh budaya, dan jajaran Yayasan Pendidikan Buol Educare.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku, pembacaan kisah rakyat, diskusi budaya, penampilan dongeng oleh pelajar, serta penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada moderator, pembedah, dan penulis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya dan cerita rakyat Buol terus hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan identitas daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal di tengah arus modernisasi.