PEKANBARU – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni dimanfaatkan Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau untuk mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ketua DPW GMPK Riau, Adrian, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman moral yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, memiliki makna mendalam dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Adrian menjelaskan, setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai yang relevan dalam mencegah praktik korupsi. Nilai Ketuhanan mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab moral, sementara nilai kemanusiaan menuntut pelayanan publik yang adil dan beradab tanpa penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia menilai korupsi merupakan tindakan yang bertentangan dengan seluruh nilai Pancasila karena merugikan masyarakat, menghambat pembangunan, serta mengancam persatuan bangsa. Di Provinsi Riau yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keberagaman budaya, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan kemajuan daerah.

Sebagai organisasi yang fokus pada pengawasan dan pemberantasan korupsi, GMPK Riau berkomitmen terus mendorong transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Adrian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melaporkan setiap bentuk penyimpangan demi mewujudkan Riau yang maju, adil, dan sejahtera sesuai cita-cita luhur Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 sendiri berlangsung serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau, melalui beragam kegiatan seperti upacara bendera, diskusi kebangsaan, serta kampanye penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.