DUMAI – Kelompok Tani (Poktan) Ismail terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketersediaan bahan pangan masyarakat melalui pengembangan budidaya tanaman cabe di wilayah Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Kegiatan pertanian tersebut berlangsung di lahan seluas sekitar 225 meter persegi yang berada di Jalan Arifin Ahmad RT 004 dan dipantau pada Kamis (4/6/2026).

Tanaman cabe menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Selain memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, komoditas ini juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.

Dari hasil pemantauan di lokasi, tanaman cabe yang dikelola Poktan Ismail menunjukkan perkembangan yang baik. Sebagian besar tanaman tumbuh sehat dengan batang yang kuat, daun yang hijau segar, serta mulai memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah. Kondisi lahan juga terlihat terawat dengan baik dan bebas dari gangguan gulma yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Ketua Poktan Ismail mengatakan bahwa pengelolaan lahan dilakukan secara optimal mulai dari pemilihan bibit, pengolahan tanah, pemupukan hingga perawatan rutin. Menurutnya, keberadaan tanaman cabe tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani yang terlibat dalam pengelolaannya.

Selain fokus pada peningkatan hasil produksi, para anggota kelompok tani juga terus meningkatkan pengetahuan terkait teknik budidaya dan pengendalian hama tanaman secara tepat. Upaya tersebut dilakukan agar kualitas hasil panen tetap terjaga dan mampu bersaing di pasaran.

Pengembangan budidaya cabe yang dilakukan Poktan Ismail sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan pemanfaatan lahan produktif secara maksimal, diharapkan kegiatan pertanian ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan di wilayah Kelurahan Pelintung dan sekitarnya.