Tanjungpinang – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau resmi mengukuhkan jajaran Hulubalang dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Gedung Balai Adat Seri Indra Sakti, Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Minggu (8/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Dato Syahrizal dipercaya mengemban amanah sebagai Hulu Balang Panglima Sulung LAM Kepri.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan adat Melayu di Kepulauan Riau. Selain pengukuhan Panglima Besar Hulubalang, seluruh jajaran kepengurusan turut dilantik guna memperkuat peran adat dalam menjaga nilai budaya, tradisi, dan marwah Melayu di tengah perkembangan zaman.

Sebagai Panglima Sulung, Dato Syahrizal mendapat tanggung jawab mengoordinasikan 16 Hulubalang yang berada di bawah struktur kepemimpinannya. Kepercayaan yang diberikan para tetua adat itu diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas-tugas adat, pembinaan masyarakat, serta pelestarian budaya Melayu di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, para tokoh adat menegaskan bahwa jabatan yang disandang bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mereka berharap seluruh Hulubalang dapat menjadi teladan bagi masyarakat serta berpegang teguh pada falsafah Melayu, “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah”.

Sementara itu, Dato Syahrizal menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperkuat sinergi antar lembaga adat dan organisasi kemasyarakatan. Selain aktif di lingkungan LAM Kepri, Syahrizal juga diketahui terlibat dalam Organisasi Gagak Hitam Cabang Sambang Tanjungpinang sebagai Timbalan.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan doa bersama dan dilanjutkan dengan penyerahan atribut kebesaran adat kepada para pemangku jabatan yang dilantik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai tata cara adat Melayu yang sarat makna dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.

Masyarakat dan tokoh adat yang hadir menyambut positif terbentuknya struktur kepemimpinan yang lebih kuat dan terorganisasi. Mereka berharap keberadaan Hulubalang dapat berkontribusi dalam pembinaan generasi muda, menjaga persatuan masyarakat, serta mempertahankan identitas budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Acara kemudian ditutup dengan silaturahmi dan jamuan adat yang menjadi simbol kebersamaan serta komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Melayu untuk generasi mendatang.

(HAM)