Batam – Pemerintah Kota Batam kembali dipercaya menjadi lokasi studi lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Sebanyak 96 peserta PKA Angkatan I dan II Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 mengikuti kegiatan studi lapangan di Batam selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Rombongan peserta diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, di Kantor Wali Kota Batam, Senin (29/6/2026).
Batam dipilih sebagai lokus pembelajaran karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, transformasi birokrasi, serta penguatan kinerja organisasi.
Selama berada di Batam, para peserta akan mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Batam sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah masing-masing.
Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang kembali memilih Batam sebagai lokasi studi lapangan bagi peserta PKA.
“Atas nama Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, kami mengucapkan selamat datang di Kota Batam. Semoga selama mengikuti studi lapangan ini seluruh peserta memperoleh pengalaman serta praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Firmansyah, kepercayaan dari berbagai daerah yang menjadikan Batam sebagai tujuan studi lapangan maupun benchmarking merupakan bentuk pengakuan terhadap kemajuan pembangunan kota, baik dalam aspek tata kelola pemerintahan maupun pembangunan infrastruktur.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan menjadikan setiap kunjungan sebagai momentum memperkuat sinergi antardaerah.
“Batam selalu terbuka menjadi tempat belajar dan berbagi pengalaman. Kami berharap setiap kunjungan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi antardaerah dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, inovatif, dan melayani masyarakat,” katanya.
Firmansyah juga menjelaskan bahwa posisi strategis Batam sebagai kota industri, perdagangan, investasi, dan pariwisata didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang. Ketersediaan akses transportasi, jaringan jalan yang baik, fasilitas perhotelan bertaraf nasional dan internasional, pusat perbelanjaan, restoran, hingga destinasi wisata menjadi keunggulan yang mendukung Batam sebagai tuan rumah berbagai agenda pemerintahan, pendidikan, pelatihan, maupun kegiatan berskala regional dan nasional.
Ia menambahkan, transformasi birokrasi menuntut aparatur sipil negara tidak hanya mampu menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga menjadi pemimpin perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Karena itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan selama berada di Batam untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempelajari inovasi-inovasi yang telah diterapkan Pemerintah Kota Batam.
“Hasil pembelajaran ini diharapkan dapat melahirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi di daerah masing-masing,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batam berharap kolaborasi antarpemerintah daerah semakin kuat dalam mendorong reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.