Batam – Sebanyak 379 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 25 Debarkasi Batam tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan para jemaah disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Aula Arafah I Asrama Haji Batam Centre, Selasa (30/6/2026).
Kloter 25 merupakan gabungan jemaah asal Kota Batam dan Provinsi Jambi. Berdasarkan data panitia, sebanyak 379 orang yang terdiri atas jemaah dan petugas haji kembali ke Batam dalam kondisi selamat.
Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah serta mendoakan agar seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan selamat datang kembali di Tanah Air kepada seluruh jemaah haji. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan menjadikan Bapak dan Ibu sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Firmansyah berharap nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan, dapat terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, para jemaah haji memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat melalui sikap, perilaku, dan semangat persaudaraan yang mencerminkan nilai-nilai keislaman.
Ia juga mengajak para jemaah bergabung dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Batam sebagai wadah untuk menjaga kemabruran haji sekaligus meningkatkan kontribusi umat dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan pascahaji.
“Melalui IPHI, kami berharap silaturahmi antarsesama jemaah tetap terjalin dan nilai-nilai ibadah haji dapat terus dijaga serta diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Firmansyah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji dan panitia yang telah memberikan pelayanan kepada jemaah mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke daerah asal.
Ia juga memahami kondisi fisik para jemaah yang telah menjalani perjalanan panjang selama lebih dari satu bulan. Karena itu, ia berharap para jemaah dapat beristirahat dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat.
“Kami menyadari Bapak dan Ibu telah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kini saatnya kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. Sekali lagi, selamat datang di Tanah Air. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam proses penyambutan,” tutupnya.
Suasana penyambutan berlangsung khidmat dan penuh haru. Rasa syukur tampak dari wajah para jemaah yang akhirnya kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.