BATAM – Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Tugu Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan YDM V. Kegiatan bernilai sejarah ini berlangsung di Bundaran Hang Nadim, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, pada Jumat (10/07/2026) pukul 10.00 WIB.

Proyek monumental ini merupakan wujud kolaborasi Pemerintah Kota Batam dan BP Batam dalam menghadirkan ikon daerah baru. Selain mempercantik estetika kota, tugu ini dirancang untuk memperkuat nilai sejarah dan budaya Melayu, sekaligus menunjang pengembangan kawasan strategis di Kota Batam.

Dihadiri Tokoh Penting dan Sinergi Forkopimda

Kegiatan yang berlangsung khidmat, tertib, dan aman ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya:

  • Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si.

  • Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra

  • Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, S.E.

  • Direktur Pengamanan BP Batam, Brigjen Pol. Mujiono, S.I.K., M.A.P.

  • Kepala Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, S.E., M.Tr.Hanla.

  • Dandim 0316/Batam, Kolonel Arh. Yan Eka Putra, S.Sos.

  • Danlanud Batam, Letkol Pnb Indra Alexander Yosef Lessy, M.M.D.S.

  • Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, YM. Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin Ibni Raja Haji Muhammad

Turut mendampingi Kapolresta Barelang, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H., serta Kapolsek Kawasan Bandara, Iptu Rifa Carolina, S.H., M.H., yang juga bertindak sebagai penanggung jawab penuh pengamanan wilayah selama acara berlangsung.

Simbol Kemajuan Ekonomi dan Penghormatan Sejarah

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Wali Kota Batam. Puncak acara ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama Tugu Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan YDM V sebagai simbol resmi dimulainya pembangunan fisik, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sesi foto bersama, serta konferensi pers dengan awak media.

Dalam pidatonya, Wali Kota Batam menegaskan bahwa tugu ini bukan sekadar ornamen kota biasa, melainkan proyeksi masa depan Batam yang berakar pada sejarah.

“Pembangunan Tugu Raja Ali Marhum Pulau Bayan YDM V ini merupakan salah satu visi pembangunan yang diharapkan mampu mendorong kemajuan perekonomian Kota Batam, sekaligus memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah sebagai daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Dr. H. Amsakar Achmad.

Landmark baru ini diharapkan menjadi bentuk penghormatan tinggi terhadap tokoh besar Melayu yang telah mengukir kontribusi besar dalam sejarah. Kehadiran unsur Forkopimda dan TNI-Polri dalam acara ini merefleksikan sinergi yang solid dalam mengawal pembangunan daerah yang berkelanjutan, aman, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Kamtibmas Polresta Barelang

Di tempat terpisah, Kapolresta Barelang menegaskan komitmen institusinya untuk mengawal dan mendukung penuh setiap program pembangunan infrastruktur di Batam melalui pengamanan yang optimal.

Polresta Barelang juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memanfaatkan Layanan Polisi Call Center 110 (bebas pulsa) jika membutuhkan bantuan, menyampaikan pengaduan, atau melaporkan kejadian yang memerlukan penanganan cepat dari petugas kepolisian.