Jakarta – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus memperkuat sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan konsultasi di Kantor Bapanas yang membahas sejumlah program strategis, mulai dari integrasi sistem informasi pangan, pengembangan pangan lokal, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pertemuan dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria Asgianto, S.E., didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, S.Pt., M.Si., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Saprioma, S.Sos. Rombongan diterima oleh Tim Perencana Bapanas bersama perwakilan dari masing-masing direktorat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan implementasi Program Sapa Pangan dengan program penganekaragaman pangan lokal yang selama ini dijalankan bersama TP PKK Kabupaten PALI. Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan jabatan fungsional sebagai upaya meningkatkan kompetensi aparatur di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan.

Salah satu hasil utama dari pertemuan tersebut adalah dukungan Bapanas terhadap integrasi platform sapa-pangan.comdengan Sistem Informasi Pangan (Sipangan). Integrasi ini diharapkan mampu memperkaya data dan informasi, khususnya mengenai perkembangan harga pangan yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.

“Integrasi aplikasi Sapa Pangan dengan Sipangan akan memperkuat informasi harga pangan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen dalam pengendalian inflasi,” ujar Khairiman.

Selain integrasi sistem informasi, Bapanas juga mendorong Pemerintah Kabupaten PALI untuk mengajukan proposal program pengendalian inflasi melalui dukungan pasokan komoditas dari daerah yang mengalami surplus. Program tersebut akan dijalankan melalui skema Kerja Sama Antardaerah (KAD) maupun pola business to business (B2B) dengan dukungan pembiayaan dari Bapanas.

Dalam bidang pengembangan pangan lokal, Bapanas membuka peluang bagi Kabupaten PALI untuk mengusulkan berbagai kebutuhan program yang belum terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kesempatan tersebut diberikan karena Kabupaten PALI dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendorong diversifikasi pangan dan pengembangan potensi pangan lokal.

Khairiman berharap hasil koordinasi ini semakin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten PALI dan Bapanas. Melalui sinergi tersebut, berbagai program ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta pengembangan pangan lokal diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.