BATAM – Pertumbuhan investasi di Kota Batam terus menunjukkan tren positif hingga Semester I 2026. Berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi telah mencapai Rp38,97 triliun atau sekitar 55,67 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp70 triliun.
Pertumbuhan investasi tersebut turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, sebanyak 40.943 orang telah terserap dalam kegiatan investasi di Batam. Jumlah ini meningkat 9.964 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 30.979 orang, atau tumbuh sekitar 32,16 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu kado bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertumbuhan investasi menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam semakin kuat.
“Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
“Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.
Investasi Capai Rp38,97 Triliun
Selain berdasarkan metode bottom-up BP Batam, data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun, terdiri dari PMA sebesar Rp17,80 triliun dan PMDN Rp12,09 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 27,31 persen dibandingkan Semester I 2025.
Sementara itu, berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun, terdiri dari Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.
Dengan target investasi Rp70 triliun sepanjang 2026, capaian tersebut telah mencapai lebih dari separuh target tahunan.
Lapangan Kerja Terus Bertambah
Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan pertumbuhan investasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.
Menurutnya, kepastian berusaha, pelayanan yang cepat, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujar Li Claudia.
Ia menambahkan, investasi di Batam harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi, dan daya saing daerah.
Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan di Batam tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pelayanan publik yang setara, serta penguatan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dengan semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Batam terus diarahkan menjadi kota investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (Humas Diskominfo Batam)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.