Banjarbaru – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan terus diperkuat. Personel Lanud Sjamsudin Noor yang tergabung dalam Satgas Karhutla bergerak bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman, penyekatan, dan pengendalian titik api di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Di tengah kepungan asap dan panas serta kondisi medan yang menantang, personel Lanud Sjamsudin Noor bersama unsur TNI, Polri, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat terus berada di lapangan. Upaya tidak hanya difokuskan pada pemadaman, tetapi juga penyekatan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Kecepatan respons dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla yang dapat berkembang dengan cepat akibat kondisi cuaca, angin, dan karakteristik lahan. Keterlibatan TNI Angkatan Udara menjadi bagian dari upaya bersama membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengendalikan kebakaran sekaligus melindungi keselamatan warga dan lingkungan.

Penanganan Karhutla juga diperkuat dengan dukungan kekuatan udara untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Sejumlah helikopter dari unsur TNI AU dan gabungan dikerahkan, di antaranya Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH.

Armada udara tersebut mendukung operasi sesuai tugas dan kemampuan masing-masing, termasuk pemadaman melalui metode water bombing, pemantauan, serta dukungan terhadap personel yang melaksanakan penanganan di darat. Dukungan udara menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan, khususnya di kawasan dengan akses terbatas dan medan yang menyulitkan pergerakan personel maupun kendaraan pemadam.

Sementara helikopter menjalankan tugas dari udara, personel di darat terus melakukan pemadaman, penyekatan, dan pemantauan perkembangan titik api. Perpaduan kekuatan udara dan personel di lapangan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan sekaligus mencegah api kembali meluas.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan keterlibatan personel Lanud Sjamsudin Noor merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Udara dalam mendukung pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan.

“Keterlibatan personel Lanud Sam dalam penanggulangan Karhutla bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan bentuk bakti untuk negeri dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi prajurit, menjaga keselamatan masyarakat dan membantu mengatasi bencana merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kesiapsiagaan personel, kecepatan merespons titik api, serta sinergi dengan seluruh unsur yang terlibat. TNI AU, TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dan masyarakat saling melengkapi dalam menjalankan tugas, mulai dari pemadaman dan pengendalian di darat, dukungan operasi udara, pemantauan, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Melalui pengerahan personel Lanud Sjamsudin Noor serta dukungan kekuatan udara dari unsur TNI AU dan gabungan, penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan terus diperkuat.

Di tengah kepungan asap dan medan yang penuh tantangan, personel di darat dan awak helikopter dari udara terus bergerak dalam satu tujuan, yakni memadamkan api, mencegah penyebaran Karhutla, melindungi masyarakat, dan menjaga lingkungan.

Bagi Lanud Sjamsudin Noor, setiap langkah dalam penanggulangan Karhutla merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara serta wujud nyata kehadiran TNI AU dalam membantu masyarakat.

(Pen Lanud Sjamsudin Noor)