JAKARTA – Kesibukan sebagai dokter tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M berhenti memperluas wawasan di luar bidang kesehatan. Kepeduliannya terhadap masa depan bangsa mendorongnya mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI.

Program tersebut berlangsung selama 10–18 Agustus 2026 di Lemhannas RI dan ditutup di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kegiatan mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita, Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Saat ditemui awak media di sela kesibukannya di salah satu klinik di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), dr. Nadya mengatakan keikutsertaannya dalam PPNK dilandasi pentingnya memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Nilai-nilai kebangsaan sangat penting sebagai warga negara. Saat ini kita tidak lagi mendapatkan pelajaran P4 seperti dahulu, sehingga program di Lemhannas menjadi salah satu tempat yang tepat untuk memperkuat pemahaman tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, PPNK memberikan pengalaman yang komprehensif karena peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi profesi, hingga unsur TNI dan Polri.

Selain mendapatkan materi dari narasumber yang kompeten, peserta juga mengikuti diskusi kelompok yang mempertemukan beragam sudut pandang mengenai persoalan kebangsaan.

“Dinamika dalam kelompok justru memperkaya wawasan kami. Yang paling berkesan adalah simulasi dan permainan yang menguji kekompakan serta kemampuan bekerja dalam tim,” katanya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Batam dan Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia Medan itu berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti PPNK dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika menjalankan profesinya sebagai tenaga kesehatan.

Ia menilai nilai-nilai yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa memiliki relevansi kuat dengan pelayanan kesehatan, terutama dalam membangun kepedulian, kepekaan dan sikap mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Setiap hari kita berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Nilai-nilai kebangsaan ini tentu bisa membuat kita semakin peka terhadap kondisi masyarakat dan menentukan prioritas pelayanan,” tuturnya.

Dokter yang dikenal sebagai putri Minang asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, itu optimistis penerapan nilai kebangsaan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari dapat ikut berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau nilai-nilai kebangsaan kita terapkan mulai dari lingkungan sendiri, saya yakin kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan,” katanya optimistis.

PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI yang menggunakan nama angkatan Nusantara Adikara tersebut diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat. Peserta yang dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan memperoleh sertifikat yang ditandatangani Gubernur Lemhannas RI Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.

Selain sertifikat, peserta juga mendapatkan PIN Lemhannas RI yang pemasangannya dilakukan secara simbolis pada acara penutupan.

Mengakhiri keterangannya, dr. Nadya mengutip semboyan Lemhannas RI, “Tanhanna Dharmma Mangrva,” yang bermakna “Tiada Kebenaran yang Mendua.”

(Red/MG)