Bintan — DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Bintan bersama sejumlah organisasi masyarakat dan lembaga sosial menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di Bundaran Simpang KM 16, Kabupaten Bintan, dan berlangsung selama dua hari, 05–06 Desember 2025.

Aksi solidaritas ini melibatkan berbagai elemen, di antaranya Persatuan Pemuda Pemudi Tempatan Bentan, Himpunan Wartawan Daerah (Hiwada), Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Bintan, serta Pemuda Batak Bersatu (PBB) PAC Toapaya. Sinergi lintas organisasi ini menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat Bintan terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.

Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bintan, Martin D., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata insan pers, ormas, dan para relawan terhadap korban bencana di berbagai daerah.

“Kita di Bintan mungkin jauh dari lokasi bencana, tetapi kepedulian tidak mengenal jarak. Hari ini kami turun bersama ormas dan LSM untuk mengetuk hati masyarakat agar turut membantu saudara-saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh yang sedang berduka. Sekecil apa pun bantuan, sangat berarti bagi mereka,” ujar Martin.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan sosial ke depan.

“Kami berharap kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, AKPERSI dan seluruh elemen yang terlibat siap terus bergerak dalam aksi-aksi kemanusiaan lainnya,” tambahnya.

Aksi penggalangan donasi dilakukan dengan semangat gotong royong. Para relawan turun langsung ke jalan, membawa kotak amal dan menyapa pengendara maupun warga yang melintas di kawasan bundaran KM 16.

Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui posko resmi atau pihak berwenang agar tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh para korban bencana.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, AKPERSI Bintan bersama para ormas dan LSM berharap dukungan masyarakat terus mengalir, sehingga dapat meringankan beban korban di wilayah terdampak dan menjadi ladang kebaikan bersama.