PEKANBARU – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memperkuat koordinasi dalam penanganan kondisi darurat penerbangan melalui review Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA), Senin (14/9/2026).

Review LOCA tersebut digelar di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru. Kegiatan menjadi bagian dari evaluasi kerja sama operasional antara Basarnas dan pihak bandara, khususnya dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan pesawat udara di wilayah kerja Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.

Dalam pembahasan, kedua pihak meninjau kembali mekanisme koordinasi yang telah disepakati, termasuk prosedur penanganan keadaan darurat, pola komunikasi, pembagian tugas serta dukungan sumber daya dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan respons terhadap keadaan darurat penerbangan dapat dilakukan secara cepat, terpadu dan profesional.

Menurutnya, penyelarasan prosedur melalui review LOCA diharapkan mampu mempercepat pengambilan tindakan ketika terjadi insiden sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap penumpang dan awak pesawat.

“Kesiapsiagaan harus terus diperkuat. Koordinasi yang baik akan mendukung pelaksanaan operasi SAR agar lebih cepat, tepat dan terintegrasi,” ujar Budi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Basarnas Pekanbaru, Pejabat Kabalai Dika dan Achmad, serta General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru bersama jajaran pejabat dan staf.

Melalui kegiatan ini, Basarnas Pekanbaru dan pengelola Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun koordinasi operasional yang semakin efektif dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat penerbangan.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama.