Buol – Kegiatan keagamaan yang melibatkan jemaat turut memberikan dampak positif, tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam mendorong potensi ekonomi masyarakat, seperti pengembangan kerajinan tenun yang berpeluang mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan penuh toleransi.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan seperti ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia mengajak kaum muda untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menjaga moralitas, serta memperkuat semangat persatuan dan kesatuan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat toleransi antarumat beragama sebagai bagian dari visi daerah yang agamis dan harmonis.

“Tidak ada ruang bagi intoleransi di Kabupaten Buol. Semua umat beragama harus hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Buol juga menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh sukacita. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan rohani serta pembinaan karakter.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan dan harmonis.