Medan – Awal tahun 2023 Keluarga Besar KAHMI Sumatera Utara mengadakan malam syukuran dan silaturahmi bersama tokoh umat Islam Sumatera Utara di Grand Kanaya Hotel Sabtu, 14 Jumadil Akhir 1444 H / 7 Januari 2023 M. Silaturahmi dihadiri Romo H. Raden Muhammad Syafe’i, SH, M.Hum, Presidium KAHMI Nasional Periode 2022 – 2027 yang juga Ketua PP. IKA USU 2022-2026.
Hadir juga undangan Ketua MW KAHMI Sumut, H. Rusdi Lubis, H. Dadang Pasaribu, Ketua MD KAHMI Medan, Dr. Delyuzar Haris, Alwi Mujahit Hasibuan, Prof. Hasyim Purba, Prof. Haedar Daulay, Kak Oma, Abidin Syah Siregar, serta tokoh-tokoh agama lainnya.
Dalam sambutannya Ketua KAHMI Sumut, Rusdi Lubis menyampaikan bahwa tahun 2023 KAHMI Sumut harus berkiprah lebih baik, ini ada kaitannya dengan tahun-tahun politik, “kita akan hantarkan kader-kader terbaik untuk duduk di legislatif mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten kota,” ungkapnya.
Acara dimulai lantunan Al-Qur’an oleh Qori dan dilanjutkan Doa oleh Ustad Ahmad Syukri, S.Pd.I.
Dalam tausyiah kebangsaan Romo menyampaikan isi Qur’an Surah Ar-Rum ayat 30, “maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), sesuai fitrah Allah disebabkan dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Romo H. Raden Muhammad Syafe’i, SH, M.Hum menjelaskan, “Dalam beberapa waktu belakangan ini jagat media kembali diramaikan oleh wacana politik identitas (identity politics). Wacana ini menggiring kontroversi mengenai boleh tidaknya sebuah kelompok menggunakan politik identitas. Kontraversi terkait politik identitas berawal dari perbedaan dalam memahami konsep dan menempatkan konteks. Sebab kontekslah yang bisa menjadi acuan pemaknaan dan pemahaman atas suatu konsep,” jelasnya.
Lanjutnya, “dengan demikian, mengabaikan konteks dari konsep politik identitas sama saja melahirkan pemahaman baru yang keliru, jadi politik identitas boleh dan itulah demokrasi,” terangnya.
Romo memberikan contoh, “Bali misalnya, Gubernurnya hindu, logis agama mayoritas disana Hindu, daerah mayoritas Islam pimpinannya juga Islam, apa salah! ya tidak,” kata Romo Syafi’i yang biasa bersuara lantang dimana saja termasuk di parlemen.
“Tentang Islamphobia diterangkan dengan ringkas bahwa Negara Qatar telah berjasa meluruskan pemikiran barat yang keliru terhadap Islam. Kalau masih ada yang masih phobi terhadap Islam, usai piala dunia 2022 di Qatar lebih 1000 orang yang masuk islam karena mereka selama ini mendapat pemahaman yang keliru,” pungkasnya. (Syan Hadi)


