Tolitoli – Kebakaran melanda kompleks permukiman warga di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WITA itu menghanguskan sembilan unit rumah semi permanen.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui sekitar pukul 21.25 WITA berasal dari rumah milik Anto. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena jarak bangunan yang berdekatan serta sebagian besar rumah terbuat dari material semi permanen yang mudah terbakar.
Warga setempat segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran, aparat TNI-Polri, pemerintah setempat, serta instansi terkait.
Sekitar pukul 21.40 WITA, petugas gabungan tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Tolitoli, satu unit mobil pemadam dari Kodim 1305/Buol-Tolitoli, satu unit mobil tangki air TNI AL, serta satu unit mobil tangki PDAM Tolitoli. Petugas bersama warga bahu-membahu melakukan pemadaman hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.15 WITA.
Akibat kebakaran tersebut, sembilan rumah warga ludes terbakar. Rumah-rumah yang terdampak masing-masing milik Anto (41), Jamalia (54), Nirwan (47), Syahril (53), Nur (58), Ismail (51), Maing (60), Diana (54), dan Jafar (57), yang seluruhnya merupakan warga RW 01/RT 01, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, para pemilik rumah mengalami kerugian material yang diperkirakan cukup besar akibat seluruh bangunan semi permanen habis dilalap si jago merah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara aparat bersama pemerintah setempat terus melakukan pendataan terhadap kerugian serta kebutuhan para korban terdampak.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.